by Jazimah Al-Muhyi on Thursday, February 3, 2011 at 10:57pm
Madi, tokoh saya kali ini, adalah seorang anak (sebenarnya sih bukan anak karena usianya sepantaran saya). Namun biarlah saya menyebutnya anak, karena saya telanjur mengaggapnya adik kelas saya yang jauh.
Kenapa begitu?
Karena Madi sering tinggal kelas waktu SD, bahkan kalau nggak salah setiap jenjang kelas dia lalui selama dua periode alias dua tahun. Jadilah, dia dilekati cap sebagai anak bodoh.
Namun, tersinggungkah ia? Saya tidak tahu karena saya tak pernah bertanya. Yang jelas, anak itu setahu saya sukanya tersenyum. Senyum-senyum saja. Jadi, mau dibilang goblok, geblek, pengung, ra dhongan, koplo, atau apa pun, ya smile aja. Just smile.
Sampai akhirnya, lama tak dengar kabarnya, suatu hari saya mendengar kelulusannya dari sebuah SMK. SMK yang waktu itu masih di-kepalasekolah-i Bapak saya. Hebatnya, Madi hanya menggunakan waktu tiga tahun untuk menamatkan SMK-nya. tepat waktu seperti seharusnya. Padahal waktu itu banyak juga yang nggak lulus. Ini yang membuat saya heran. Kok bisa?